Makassar – Seorang anggota TNI yang diketahui bernama Prajurit Satu (Pratu) Ansar K. dari kesatuan Kodam VII Wirabuana, Sulawesi Selatan yang diperbantukan (BKO) di Seram Barat, Maluku Tengah, tewas ditikam oleh Endi Kakilete, warga Marihunu Negeri Latea Seram, Jumat (17/3/2017), sekitar pukul 20.50 WITA.
Menurut informasi yang diterima Kriminalitas.com, Endi menikam Pratu Ansar di bagian dada kiri hingga tembus ke jantung, dengan menggunakan pisau dapur. Pratu Ansar sempat dilarikan ke Rumah Sakit Negeri Pasanae Seram, namun tim medis tak mampu menyelamatkan nyawanya, karena luka yang teramat parah.
Peristiwa berdarah ini terjadi saat Pratu Ansar bersama Pratu Yahya, serta beberapa orang rekanya dari kesatuan Satgas Yon 726 Tamalate kodam VII Wirabuana berusaha melerai pertikaian antara kelompok warga di desa Pasanea.
Saat melakuka peleraian, Pratu Ansar bersama rekan-rekannya juga berusaha melucuti senjata tajam yang dibawa oleh kedua kelompok warga yang bertikai di desa Marihunu Negeri Latea.
Namun karena situasi yang masih panas, salah seorang warga yang bertikai bernama Endi langsung menyerang Ansar yang menolak pisaunya disita. Ansar yang terkena tikaman pun langsung roboh bersimbah darah.
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) VII Wirabuana Kolonel (Inf) Alamsyah, kepada Kriminalitas.Com, Sabtu (18/03/2017) sore, membenarkan peristiwa tragis tersebut. Ia juga menegaskan bahwa pelaku sudah berada di tangan polisi.
“Saat itu tiba-tiba terjadi perkelahian antarkelompok di desa Pasanea. kedua kelompok berhasil dilerai setelah dipukul mundur. Namun saat senjata mereka akan dilucuti, Endi langsung menikam korban. Endi, pelakunya, kini menjalani proses di Polres Seram, Maluku ” ujar Alamsyah.
Saat ini, jenazah Ansar telah disemayamkan di kampung halamannya, di Desa Bontokanang, Galesong Selatan, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Rencananya, almarhum akan dikebumikan di pemakaman dekat rumahnya dengan acara militer, Minggu (19/3/2017).
sumber kriminalitas.com
